Jumat, 16 Mei 2014

Potret Kartini Masa kini di Tengah Peradaban Dunia Bersama DealGoing

Tema :Kartini Masa kini


Potret Kartini Masa kini di Tengah Peradaban Dunia Bersama DealGoing


Kartini itulah salah salah satu pejuang perempuan masa lalu, kalau kita membaca buku biografinya, sosok wanita pejuang di era masanya ini menjadi pahlawan bagi para kaumnya.
Kartini merupakan bagian dari lembaran sejarah yang patut untuk di kenang dan dikagumi, menjadi sosok yang sangat inspiratif bagi wanita modern sekarang ini.
Perjuangan Kartini pada zaman lalu tidak boleh dipandang enteng (ringan), perjuangan untuk mendapatkan hak yang sama di mata lelaki serta menggulingkan budaya patriarkhi pada masanya menjadi hal yang sulit dilakukan pada masa itu,
kalau kita melihat pada zaman kartini, ketika mendenger kata “perempuan” pasti yang akan muncul dalam benak pikiran kita adalah persoalan ketidakadilan gender, ketimpangan baik sektor pendidikan, sosial-kultural,patriarkhi, misoginis dan sebagainya, maka pantaslah perempuan zaman dahulu sering mendapat julukansecondary human after man yakni manusia yang menduduki posisi kedua setelah laki-laki.
Dan inilah yang membuat Kartini sangat geram tidak terima kalau kaumnya dikategorikan terbelakang, sehingga pantas kalau dia berusaha memperjuangkan perempuan supaya mendapat hak yang sama dengan laki-laki.
Kultur perempuan masa lalu
Peran perempuan pada masa lalu, konon diyakini hanya sebatas lingkup dapur (memasak), sumur (mencuci), dan kasur (melayani suami).
Bahkan, ada ungkapan yang menyatakan peran kaum perempuan seperti adagium: yen awan dadi theklek, yen bengi dadi lemek (kalau siang jadi sandal, kalau malam jadi selimut).
Artinya, jika siang hari berperan sebagai pembantu, sedangkan pada malam hari sebagai “penghangat” tubuh suami. (adagium ini untuk menggambarkan betapa “suram”-nya dunia kaum perempuan masa lalu).
Dengan kata lain, peran kaum perempuan tak lebih sekadar kanca wingking yang harus manut, taat, sendika dhawuh, dan rela diperlakukan sesuai kehendak suami; tanpa argumentasi.
Dalam serat centhini (Suluk Tambangraras yang ditulis pada tahun 1809 atas kehendak Susuhunan Paku Buwana V), digambarkan tentang hal-hal yang kontroversial, seperti ajaran Islam sebagaimana yang dipahami oleh kaum santri, ajaran mistis kejawen, puisi tentang kebijakan moral.
Dalam Serat Centhini juga digambarkan bahwa sosok perempuan (istri) ideal ibarat lima jari tangan. Ibaratjempol, istri harus pol mengabdi kepada suami. Ibarat telunjuk, istri harus menuruti segala perintah suami.
Ibarat panunggul (jari tengah), istri harus mengunggulkan suami bagaimanapun keadaannya. Ibarat jari manis, istri harus selalu bersikap manis. Ibarat jejenthik, istri harus selalu hati-hati, teliti, rajin, dan terampil melayani suami.
Itulah beberapa gambaran perempuan dimasa lalu yang terlihat suram dan menyedihkan. Maka, tidak salah bila kita menamakan kondisi perempuan pada masa lalu sebagai era buram, karena perempuan dijadikan objek, sasaran dan bahkan pelampiasan sahwat para lelaki.
 Perempuan Masa Kini

Mirisnya nasib perempuan pada masa lalu seharusnya bisa dijadikan pelajaran penting bagi perempuan era modern sekarang ini, sudah seharusnya lah perempuan pada masa sekarang ini tidak lupa pada sejarah perjuangan Kartini.
Meskipun sudah bebas dari belenggu patriarkhi dan sudah mulai mendapat haknya baik dalam pendidikan, sosial dan budaya tapi tidak menutup kemungkinan masih ada sebagian perempuan yang belum mendapatkan haknya
Persoalan kekerasan, trafficking, pelecehan seksual dominasi laki-laki atas perempuan masih akan kita temui pada era masa kini, pada sektor kehidupan perempuan kadang masih harus menanggung beban kerja ganda(double burden)
Satu sisi mereka harus berperan aktif di sektor domestik disisi lain sektor publik juga menjadi tuntutan mereka, pemerataan terhadap pendidikan, akses yang sama pada sektor publik masih menjadi tuntutan yang belum maksimal terpenuhi bagi perempuan pada era masa kini.
Hasilnya bisa kita lihat bahwa perjuangan perempuan untuk hidup equal (sama) dengan laki-laki masih jauh dari harapan yang di idam-idamkan.
Maka pantaslah posisi perempuan dalam kajian era modern sekarang ini menjadi sorotan dari berbagai kalangan, baik akademisi maupun masyarakat dalam berbagai persepsi  dan respon yang berbeda.
Khususnya perempuan modern, perempuan itu sosok universal yang selalu menarik diperbincangkan kapan dan di mana pun. Lebih-lebih setelah banyak kaum perempuan yang terjun ke sektor publik.
Muncul opini, perempuan sekarang ini berupaya melakukan pembebasan “mitos” kaum hawa yang bertahun-tahun lamanya merasa terpenjara akibat kultur patriarkhi yang demikian kuat mengakar di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Dalam buku “Door Duisternis tot Licht” tersirat bhwa R.A Kartini menjadi inspirasi bagi gerakan emansipasi perempuan dari segala penindasan terutama hegemoni budaya yang cenderung patriarkhi.
Seiring dengan perkembangan peradaban yang terus bergerak pada ranah global dan mondial, peran kaum perempuan semacam itu agaknya sudah jauh mengalami pergeseran.
Asumsi ini diperkuat dengan gencarnya perjuangan kaum perempuan dalam upaya melakukan pembebasan “mitos” lama yang selama ini dinilai telah amat merugikan jagat kaum perempuan.
Kartini masa kini adalah sosok kartini yang bisa memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya, bertanggung jawab, berdikari tinggi untuk selalu berusaha mewujudkan persamaan hak perempuan baik di sektor publik maupun sektor domestik.
Kartini sekarang ini sudah sangat jauh berbeda dengan kartini pada masa lalu, yang menjadikannya selalu eksis hingga saat ini adalah perjuangan yang selalu ada untuk bisa meraih cita dan asa dalam kehidupan yang lebih egaliter.

Dengan semakin canggih nya jaman dan semakin cepatnya peradaban dunia maka kartini
Masa kini saatnya berubah dalam hal aspek kebaikan yaitu dengan memakai beberapa produk misalnya Nes V Pembalut Wanita ,Yejimiin Herbal Sanitary Napkin sehingga bisa menjadi bagian peradabana dunia.


#Salam satu Untuk Negri Indonesia bersama kartini  masa kini







Tidak ada komentar:

Posting Komentar